Showing posts with label La Tahzan. Show all posts
Showing posts with label La Tahzan. Show all posts

Friday, October 15, 2010

Renungan

Tidak ada yang lebih sulit di dunia ini jika dibandingkan dengan sabar. Sabar di sini boleh diertikan sabar terhadap yang dicintai, dan sabar terhadap yang tidak disukai. Sabar diperlukan dalam melakukan sesuatu yang sangat panjang masanya, atau ketika terjebak dalam putus asa kerana sudah buntu. Untuk menjalani masa yang panjang itu diperlukan bekal agar dapat menyelesaikan perjalanan panjang itu sampai batasnya. Dan bekal itu sendiri bermacam-macam.

  1. Menimbang kadar ujian itu, yang boleh jadi akan lebih besar dari yang dibayangkan.
  2. Membayangkan bahawa di atas ujian itu ada yang lebih besar lagi. Misalnya; diuji dengan kehilangan anak. Ternyata ada ujian yang lebih berat dari kehilangan anak.
  3. Mengharapkan ganti di dunia.
  4. Membayangkan pahala yang akan diperoleh di akhirat
  5. Menikmati pujian dengan menggambarkannya datang dari sesama dan diarahkan kepadanya, dan yakin bahawa pahala dari sisi Allah.
  6. Kesedihan itu sama sekali tidak berguna, bahkan hanya akan memperburuk keadaan.
Masih banyak lagi hal-hal yang dijauhi oleh akal dan fikiran. Tidak ada jalan menuju kesabaran selain memberikan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh akan dan fikiran itu. Itu ertinya, orang yang sabar harus menyibukkan diri dengannya dan menjadikannya sebagai sarana agar dapat melalui masa-masa cubaannya hingga berhasil.

Saturday, October 9, 2010

Berwaspada Terhadap Empat Perkara

Ada empat perkara yang dapa menyebabkan hidup terasa sempit, hati menjadi sedih dan dada terasa sesak :

1. Tidak suka terhadap qada' dan qadar Allah dan tidak rela menerimanya.

2. Terjerumus pada kemaksiatan tanpa bertaubat.

3. Dengki kepada manusia, suka balas dendam dan iri terhadap kurnia yang diberikan Allah kepada seseorang.

4. Berpaling dari peringatan Allah.

p/s : tazkirah untuk diri yang dhaif di sisimu ya Allah...

Ya Allah

Apabila laut bergelombang, ombak bergelora dan angin bertiup kencang semua penumpang kapal akan berteriak.: "Ya Allah!"

Apabila seseorang tersesat di tengah padang pasir, kenderaan menyimpan jauh dari laluannya dan para kafilah merasa kebingungan menentukan arah perjalanannya, mereka akan berseru.: "Ya Allah!"

Apabila tertimpanya musibah, bencana melanda dan berlakunya tragedi, ia akan menyebut : "Ya Allah!"

Apabila pintu ditutup di hadapan pencari kerja dan tirai-tirai ditutup di depan orang yang meminta, mereka akan berseru : "Ya Allah!"

Apabila berbagai usaha tidak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa terhimpit, harapan terhenti  dan semua jalan pintas telah buntu, mereka akan menyeru : "Ya Allah!"

Apabila dunia terasa sempit disebabkan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa seolah tertekan oleh bebanan kehidupan yang harus dipikul, mereka akan menyeru : "Ya Allah!"

Telah ku khabarkan kepadaMu
segala hal seperti cercaan.
Pekat dan wajah waktu lebih gelap berdebu.
Lalu kupanggil jelas namaMu
di waktu Subuh menanti
dan setiap fajar menyinsing 
selalu terdengar namaMu terucap.

Hanya kepadaNya sahaja yang layak dipanjatkan kalimah-kalimah yang indah, doa yang ikhlas, bisikan yang jujur, air mata yang menitis penuh keikhlasan dan keinsafan dan ratapan derita yang membingungkan.

Hanya kepadaNya kedua telapak tangan dihulourkan setiap kali menjelang Subuh, iaitu tangan-tangan orang yang memerlukan pertolonganNya dan tatapan mata hamba yang penuh harapan dan segudang benak yang bertanya tentang banyak peristiwa.

Ketika lidah bersenandung menyebut namaNya, memohon, mengharap dan memanggil. Dengan menyebutNya, di mana hati akan menjadi damai, jiwa akan terasa tenang, perasaan menjadi tenteram, saraf tidak lagi menegang, akal menjadi sejuk dan keyakinan menjadi mantap.

Allah : Sebaik-baik nama, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata yang paling bernilai.

Allah : BagiNya segala kekayaan dan keabadian, kekuasaan dan kekuatan, keagungan, kemampuan dan kebijaksanaan.

Allah : BagiNya kebijaksanaan, pertolongan, keringanan, bantuan, cinta dan kebaikan.

Allah : Pemilik keagungan, kebesaran, kewibawaan dan keperkasaan.

Ya Allah, gantikanlah penderitaan ini dengan kesenangan, balasan kesedihan sebagai hal yang menggembirakan dan hilangkanlah perasaan takut ini kepada ketenteraman.

Ya Allah, sejukkan gelora hati dengan salji keyakinan, dan padamkan gelojak api jiwa dengan air keimanan.

Ya Allah, berikanlah rasa mengantuk sebagai kenyamanan bagi mata yang tidak dapat pejam. Berikan rasa damai bagi jiwa-jiwa yang resah ini suatu kedamaian dan berikanlah dengan kemenangan yang nyata.

Ya Allah, tunjukkanlah penglihatan ini menuju cahayaMu, bimbinglah kesesatan ini ke arah jalanMu, dan bimbinglah orang yang tergelincir menuju petunjukMu.

Ya Allah, lenyapkan segala keraguan dengan cahaya mentari di ufuk timur. Hancurkan segala kebatilan yang bersarang di dalam perasaan dengan secerah sinar kebenaran. Hapuskan segala tipu darya syaitan dengan pertolongan bala tenteraMu.

Ya Allah, hindarkan kami dari segala kesedihan, hilangkan kesengsaraan dan jauhkan segala kegelisahan dari jiwa-jiwa kami.

Kami berlindung kepadaMu dari segala ketakutan, kecuali hanya takut kepadaMu. Kami berlindung dan bertawakkal hanya kepadaMu. Kami berlindung dari kepasrahan kecuali hanya pasrah kepadaMu. Kami meminta hanya kepadaMu, memohon pertolongan hanya kepadaMu. Hanya Engkaulah sebagai Pelindung kami, kerana Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Amin....

Wednesday, October 6, 2010

Jangan Bersedih, Kerana Anda Berbeza Dengan Orang Lain


Dr. James Gordon Gilkey mengatakan : "Permasalahan ingin menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang sudah tua setua sejarah dan sangat umum sekali seperti kehidupan manusia. Seperti halnya permaslahan ingin tidak menjadi diri sendiri, ini juga menjadi sumber yang banyak menimbulkan permasalahan psikologi."

Yang lain mengatakan : "Anda dalam penciptaan ini adalah sesuatu yang lain, yang tidak seorang pun menyerupai anda dan sebaliknya, anda juga tidak menyerupai seorang pun. Sebab Zat Pencipta telah membezakan masing-masing di antara makhluk."

Allah subhanahu wata'ala berfirman : "Sesungguhnya usaha kamu memang berbeza-beza." (Surah Al-Lail :4)

Angelo Battero telah menulis 30 buah buku dan ribuan artikel tentang mendidik anak. Katanya : "Tidak ada orang yang paling menderita melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri dan tidak menjadi fikirannya sendiri."

Allah subhanahu wata'ala berfirman : "Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya... (Surah Ar-Ra'd : 17)

Setiap orang memiliki sifat, watak, serta potensinya sendiri, maka dari itu tidak boleh seseorang melabur ke dalam keperibadian orang lain.

Anda diciptakan dengan bakat tertentu untuk melakukan sebuah pekerjaan tertentu pula. Seperti dikatakan : "Perhatikan diri anda, lalu fahami apa yang akan anda berikan."

Emerson dalam makalah On Self Reliance menuliskan : "Akan sampai waktunya nanti ketika ilmu pengetahuan manusia sampai pada sebuah keyakinan bahawa kedengkian itu adalah sebuah kebodohan dan bertaqlid adalah membunuh diri. Dan seseorang harus menerima dirinya sendiri dalam keadaan apa pun, kerana itu adalah nasibnya. Walaupun alam semesta ini penuh dengan hal-hal yang baik namun seseorang baru dapat menghasilkan satu biji atom pun setelah menanam dan mengolah tanah yang telah diberikan kepadanya. Kekuatan yang ada dalam dirinya adalah sesuatu yang baru dalam alam ini. Dan tidak ada yang tahu seberapa besar kemampuannya, sehinggakan dirinya sendiri hingga ia mencuba."

Allah subhanahu wata'ala berfirman : "Dan katakanlah : "Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan itu." (Surah At-Taubah :105)


p/s : kuatkan semangat melalui kehidupan ini, kita mempunyai kelebihan yang harus dibanggakan....

Friday, October 1, 2010

Al-Quran Menjawab Semua Pertanyaan Manusia

1. Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
  • Qur’an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:” Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). …….Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)
2. Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
  • Qur’an Menjawab :boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)
3. Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
  • Qur’an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)
4. Manusia Bertanya : Bolehkah aku kecewa ?
  • Qur’an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)
5. Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
  • Qur’an Menjawab : ….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)
6. Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
  • Qur’an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) ….Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)
7. Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
  • Qur’an Menjawab : Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah : 129)
8. Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
  • Qur’an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (At-Taubah : 111)?
Catatan Nizar Segaf on Facebook (http://majelisvirtual.com)

Wednesday, July 21, 2010

Jangan Bersedih Berhadapan Dengan Berbagai Kesulitan

Sesungguhnya setiap kesulitan yang dihadapi akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa takbur. Kesulitan-kesulitan itu akan mengelakkan kelalaian, menyalakan zikir, menghias diri untuk selalu berbuat baik kepada setiap makhluk, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang soleh, merupakan bukti ketundukan kepada penzalim adalah sebuah penyerahan diri kepada Zat Yang Esa, sebuah peringatan diri, sebuah usaha untuk menghidupkan zikir, sebuah usaha untuk menjaga hati dengan bersabar, sebuah persiapan untuk menghadap Tuhan dan melepaskan godaan untuk menggantungkan hidup pada dunia dan merasa aman dan tenang dengannya. Kerana kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar. dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar.

  • Sesungguhnya kesedihan hanya akan membuat kita lemah dalam beribadah, malas untuk berjihad, putus harapan, mengheret kita untuk berburuk sangka dan hanya akan membuat  kita jadi pesimis.
  • Sesungguhnya rasa sedih dan gundah adalah akar penyakit jiwa, sumber penyakit saraf, penghancur jiwa dan penyebar keraguan dan kebingungan.
  • Jangan sedih, sesunguhnya kita ada Al-Qur'an, ada doa, ada solat, ada sedekah, ada perbuatan baik dan amalan yang memberikan manfaat.
  • Jangan bersedih dan jangan menyerah kepada kesedihan dengan tidak melakukan sebarang aktiviti,
  • Solatlah, bertasbihlah, bacalah apa pun buku yang berfaedah, menulislah, bekerjalah, terimalah tetamu, hubungkan silaturahim dan merenunglah..
Setiap kesulitan pasti ada kesenangan,,

Oleh Dr.'Aidh Bin Abdullah Al-Qarni

Jangan Marah

Sesungguhnya orang yang keresahan, kesedihan, emosi dan amarah di dalam hati baginya ada penawar yang telah diberikan oleh Nabi Muhaammad sallallahu 'alaihi wasallam. Di antara penawar tersebut adalah :-
  1. Berusaha menghilangkan perasaan marah
  2. Berwudhu'. Marah adalah bara api, dan api hanya boleh dipadamkan dengan air
  3. Jika seseorang marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah dia duduk dan jika dalam keadaan duduk, maka hendaklah baring.
  4. Jika sedang marah, hendaklah dia diam dan jangan bercakap.
  5. Sebaiknya mengingati akan ganjaran yang diperolehi bagi mereka yang mampu menahan amarahnya dan mereka yang suka memaafkan kesalahan orang lain.
Firman Allah subhanahu wata'ala :
"Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 
  (surah Al-a'raf : 200)

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam mewasiatkan kepada salah seorang sahabatnya dengan mengatakan
"jangan marah, jangan marah, jangan marah."

Suatu hari terdapat seorang lelaki yang sedang marah di hadapan Rasulullah. Lalu Rasulullah menyuruhnya mengucapkan isti'azah..
"Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku"
(surah Al-Mu'minun:98)

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada (seksa) Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kebenaran lalu menghentikan kesalahan-kesalahannya)"
(surah Al-A'raf : 201)   


Oleh Dr.'Aidh Bin Abdullah Al-Qarni


           

Friday, July 9, 2010

Ambillah Hikmah Dari Setiap Kejadian

Orang cerdik akan berusaha mengubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangkan orang bodoh akan membuat suatu musibah menjadi bertompok dan berlipat ganda.

Ketika Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam diusir dari Mekah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangunkan Madinah menjadi sebuah negara yang sangat akrab di telinga dan mata sejarah.

Ahmad Bin Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi kerana itu pula ia kemudian menjadi imam salah satu mazhab. Ibnu Taimiyyah pernah di penjara, tetapi justeru di penjara itulah ia banyak melahirkan karya. As-Sarakshi pernah dikurung di dasar perigi selama bertahun-tahun, tetapi di tempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak 20 jilid. Ketika Ibnul Atsir dipecat dari jawatannya, ia berhasil menyelesaikan karya besarnya yang berjudul Jami'ul Ushul dan An-Nihayah, salah satu buku paling terkenal dalam hadis. Demikian halnya dengan Ibnul Jauzi, ia pernah diasingkan dari penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tidak kalah dengan karya-karya para penyair besar zaman 'Abbasiyyah. Lalu ketika semua anak Abi Dzuaib Al Hudzail mati meninggalkannya seorang diri, ia justeru mampu mencitpakan nyanyian-nyanyian puisi yang mampu menutup mulut para pendengarnya, membuat setiap pendengarnya tersihit, memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.

Begitulah, ketika ditimap sesuatu musibah, kita harus melihat dari sudut yang paling terang darinya, ketika seseorang memberi kita segelas air limau, kita perlu menambah sesudu gula ke dalamnya, ketika mendapat hadiah seekor ular dari seseorang, ambil saja kulitnya yang mahal dan tinggalkan bahagian tubuhnya yang lain, ketika disengat kala jengking, ketahuilah bahawa sengatan itu sebenarnya memberikan kekebalan pada tubuh kita dari bahaya bisa ular.

Kendalikan diri kita dalam berbagai kesulitan yang kita hadapi. Dengan begitu, kita akan dapat mempersembahkan bunga mawar dan melati yang harum kepada kami. Dan Allah berfirman yang bermaksud..

"...boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu..." (Al-Baqarah :216)

Sebelum terjadi revolusi besar di Perancis, konon negara itu pernah memenjara dua sasterawan terkenalnya. Salah seorang dari keduanya sangat optimis dan seorang lagi pesimis bahawa revolusi dan perubahan akan segera terjadi. Setiap hari keduanya sama-sama menjengkukkan kepala melalui sel-sel gegeraji penjara. Hanya saja, sasterawan yang optimis selalu memandang ke atas dan meihat bintang-bintang yang gemerlap di langit. Dan kerana itu ia selalu tersenyum cerah. Adapun sasterawan  yang pesimis, ia selalu melihat ke arah bawah dan hanya melihat tanah hitam di depan penjara, dan kemudian menangis sedih.

Begitulah, sebaiknya kita selalu melihat dari sudut lain kesedihan itu. Sebab, belum tentu semuanya menyedihkan, pasti ada kebaikan, secerah harapan, jalan keluar serta pahala.

p/s : sentiasalah optimis

Tuesday, June 22, 2010

CARILAH REZEKI TETAPI JANGAN TAMAK

Ulat yang ada di dalam tanah diberi rezeki oleh Tuhan semesta alam

"Dan tidak ada suatu binatang yang melata pun di bumi ini dan burung yang terbang melayang dengan kedua sayapnya melainkan mereka makhluk-makhluk juga seperti kamu (dalam hal mendapatkan rezeki) (al-anfal :38)

Burung yang berada di dalam sarangnya juga diberi makan oleh Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Pembalas kebaikan

Sebagaimana burung yang diberi rezeki, yang terbang berangkat dengan perut kosong dan kembali dengan perut kenyang. (al-Hadith) 

Ikan yang berada di dalam air juga diberi rezeki oleh Tuhan Penguasa Langit dan bumi

....padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan....(al-An'am :14)

Sementara itu kita manusia lebih suci dari ulat, burung dan ikan. Tidak usahlah kita bersedih hanya kerana soal rezeki.

Ramai orang yang hidupnya diliputi kemiskinan, kesusahan dan tekanan hidup hanya kerana mereka jauh dari Allah. Misalnya ada orang yang kaya, rezekinya melimpah ruah, badannya sihat dan mendapat kebaikan dari Tuhannya. Kemudian, ia berpaling dari ketaatan, sering meninggalkan solat dan sering melakukan dosa-dosa besar. Maka Allah akan mencabut kesihatannya dan keluasan rezekinya dan menimpakan kepadanya kemiskinan, kesedihan dan kegundahan sehingga dia selalu ditimpa kesusahan demi kesusahan dan bencana demi bencana.

Dan barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit...(Thaha :124)

Yang demikian (siksaan) itu adalah kerana sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada mereka sendiri...(al-Anfal:53)

Dan apa saja yang menimpa kalian, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagahian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) (asy-Syura:30)

Dan bahawasanya jikalau mereka (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak) (al-Jin :16)

Jangan Bersedih, Setelah Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Oleh : Dr.'Ayidh Bin 'Abdullah Al-Qarni